Holla sahabat ….
Udah lumayan kayaknya dua minggu gue gak nulis di blog ….
Anyway, gue mau cerita sedikit tentang satu hal yang gue lakukan beberapa hari lalu , yang cukup membuat gue menyesal udah memilih melakukan itu . Sayang sekali kaarena sebenernya itu salah satu mimpi gue .
Well, simple kok yang gue mimpikan dan gue sesali sekaligus.
Nonton Bola . … support timnas Indonesia di GBK .
Niat hati sih, ngejar satu hal yang dari dulu banget pengen gue rasain , yaitu bersatu sama ribuan orang dengan rasa nasionalisme yang sama , dan yang paling penting adalah ngerasain berdiri menghadap bendera, bareng para pemain dan orang satu stadion dan menyanyikan INDONESIA RAYA .
Sedikit rahasia kecil yang agak lebay kalo kata orang, gue tuh kalo ada apa2, gue tuh ikutan berdiri dirumah dan ikut nyanyi Indonesia raya dengan Khusyuk biasanya , walaupun cuma di ruang tv rumah gue .
Anyway , dengan susah payah geser – geser jadwal dan nyari tiket yang bener – bener dimana mana habis, dengan bantuan bokap , gue dapet tiket untuk nonton pertandingan tim U-23, Indonesia vs Malaysia .
Tiket yang mahal ,diomelin orang karna maksa untuk nyelipin jadwal nonton , tapi bodo amat lah … dan gue pun euphoria nonton bersama bokap , dengan semua atribut merah putih timnas, bener- bener having fun .
Dan setelah tau tiket kitapun berada di vvip ( karna cuma itu yang tersisa ) kita pun berpikir bahwa pastinya akan lebih lega, dan enak dan aman terutama buat bokap yang juga baru berobat .
Dan akhirnya saat yang ditunggu – tunggu pun tiba. Pintu dibuka, kita boleh masuk ke arena tempat duduk kita .
Jujur, dada gue bener2 mbludak , dan mungkin agak norak pada saat gue jalan dengan bangga masuk ke tribun gbk dengan kaos timnas, topi timnas, bendera merah putih di cat di pipi gue ( bukan stiker ) , plus atribut keprok keprok buat meramaikan suasana didalam .
Sepanjang jalan saat berusaha mendapatkan tempat duduk , bolak balik gue dan bokap dihentikan oleh kamera stasiun – stasiun televisi yang meminta pendapat tentang pertandingan malam itu .
Dan disaat semua yang diwawancara menjawab “ GUE Kesini untuk liat Indonesia menang , Indonesia itu pasti menang , perkiraan skor gue itu xxxxxxxx , pokoknya harus lah Indonesia menang , gila loh masa ama Malingsia gitu kalau , malu dong, gengsi “
Disitu gue udah mulai tidak senang sama apa yang gue dengar … dan sepertinya gue cukup berbalik membuat orang tidak senang dengan selalu menjawab :
“Gue sih ga doyan bola, dan ga ngerti bola. Gue cuma doyan Indonesia , apapun yang Indonesia lakukan , cabang apapun . Menang atau kalah , itu pasti para pemain udah usaha yang terbaik tanpa disuruh juga , tapi yang pasti gue disini untuk Indonesia, dan semoga yang terbaik menang “ .
Yes, orang mengharapkan gue untuk menjawab bahwa Indonesia pasti menang .
Anyway , sampailah kita di bangku kita, VVIP yang katanya untuk orang – orang terpilih , karena memang lebih mahal dll ….
Alangkah disayangkannya bahwa pada hampir sepanjang sebelum permainan dimulai , pasti tiap beberapa menit sekali , diantara yel yel untuk Indonesia , terdengar teriakkan “Maliiiinnnnggggg , maliiiiiiiiing “ Untuk Malaysia .
Buat gue , ( maaf ) memalukan. Terutama saat gue berharap orang – orang yang ada di sector vvip ini bisa menenangkan , malah ikut – ikutan .
Well, gue cuma berharap bahwa kalau suatu saat Indonesia bermain di Malaysia atau di Negara lain dan satu stadion meneriakkan yel2 “ Woooiiii koruptoooooor koruptoooooooorrrrr “ , jangan ada yang marah ya .
Kalau kita terus – terusan meneriakkan “ Hajaaaaar…. Pukuuuuuuul “ cuma karena bola bisa ada ditangan seseorang pemain Malaysia , jangan heran kalau itu juga nasib orang kita diluar negeri .
Berhasil mengesampingkan suara – suara sumbang yang makin mengeras pada saat pemain kedua tim melakukan pemanasan , guepun bersiap – siap untuk hal terbesar untuk gue hari ini , yaitu menyanyikan Indonesia Raya .
Dengan badan tegak, gue memegang lambang garuda di dada gue, dan gue pun menghadap bendera untuk menyanyikan lagu itu , sambil berlinang air mata .
Sayang oh sayang … gue harus melupakan mimpi itu karena orang disebelah gue sibuk sekali mondar mandir yang mengharuskan gue untuk maju mundur , tidak bisa konsentrasi , terutama disaat terakhir , puncaknya adalah orang di sebelah mengeluarkan Piring dan menaruh nya dengan sangat keras .
Entah darimana piring , pisang rebus, dll nya itu berasal . Kalau kita aja gak bisa menghargai lagu kebangsaan kita sendiri , gak heran lo gak bisa hargain lagu kebangsaan orang lain .
Dan skali lagi, jangan marah kalau kita mendengar lagu kita di cela di Negara lain .
( inikah kita yang mau jadi tuan rumah piala dunia ? )
Permainanpun berjalan dengan baik , walaupun kuping gue harus sekali lagi ditutup saat orang – orang meneriakkan teriakkan Maling dan lain lainnya yang malah lebih kasar dari itu .
Well, silahkan baca tulisan gue yang lain kalau mau tau pendapat gue yang satu itu .
Waktu istirahat babak pertama pun tiba .
Seru karena permainan yang padat, gue terus teriak teriak selama 45 menit pertama , akhirnya waktu istirahat gue gunakan untuk duduk manis dan nguping pembicaraan orang .
Entah siapa saja isi sector vvip ini ,yang jelas sebagian besar orang menganggap diri mereka jauhhhhh lebih baik dari mereka yang duduk di kelas tiket yang lebih murah, apalagi yang termurah .
Dan jelas terdengar dari beberapa pembicaraan orang – orang yang ternyata adalah kumpulan kepala daerah seperti bupati, gubernur dll berbagai daerah, mereka menganggap diri mereka sangat pandai dan beredukasi , dibandingkan kelas 50rb-an itu ( kalau gue tidak salah dengar ) .
Sampai salah satu dari mereka mulai merokok.
Di stadion olahraga yang dipenuhi tulisan DILARANG MEROKOK .
Hahahah tidak bapak ,.percayalah bahwa masyarakat kebanyakan itu lebih baik dari anda, karena saya tidak melihat asap rokok dari tempat lain . Kalaupun ya, bukan kah anda yang harus nya memberi contoh ?
Dan setelah kelar dengan pemandangan anggota dewan yang datang terlambat dan mencoba memaksa untuk duduk sekeluarga di sector vvip dengan membawa jabatannya , mulailah pertandingan babak kedua .
Disini teriakkan terhadap timnas kita sudah mulai berubah … ketika ada serangan –serangan yang gagal , gue mulai denger teriakkan “Ah begoooooooo” …. “ Lah masa gitu aja gak bisaaaaaaaaaa”
Dan jutaan teriakkan lain yang sepertinya , seharusnya, yang meneriakkan itu pastinya lebih ahli bermain bola ketimbang anggota timnas itu sendiri .
Dan parahnya, seperti kecewa karena timnas tidak sesuai dengan kemauan mereka, 10 menit terakhir, apalagi 5 menit terakhir, apalagi pada saat tambahan waktu, sebagian besar orang kita , terutama di sector vvip itu sudah meninggalkan tempat dengan ngomel .
Pernah kah kita bayangin rasanya timnas kalau melihat kita meninggalkan tempat sebelum waktu nya ? Supporter macam apa kita ? Untuknya bokap bener- bener mau stay sampai semua kelar , sampai semua saling bersalaman.
Demi Tuhan, Gue bangga liat pertandingan ini , gue bangga lait mereka , dan gue bangga mereka menyelesaikan pertandingan .
Menang ? semua orang juga mau dan akan usaha untuk menang tanpa disuruh .
Kecewa ? Pasti lah kita pengen menang, dan ada rasa kecewa sedikit … tapi kan gak harus sampai memaki timnas kita sendiri ? yang dengan kuping gue sendiri , gue denger di tempat vvip itu .
Mereka sendiri juga pasti sudah kecewa dan marah sama diri sendiri karena tidak berhasil mengalahkan lawan , so harus kah kita tambahkan sama kata – kata celaan dari kita ?
Gue ? Saat kita keluar dari arena pertunjukkan , gue kembali dikerumuni wartawan yang menanya kan kekecewaaan atas hasil permainan .
Dan gue cuma menjawab :
“ Gue tidak pernah hadir disini untuk melihat Indonesia MENANG , tapi gue kesini untuk melihat Indonesia bermain, dan melakukan yang terbaik , dan mereka sudah melakukan yang terbaik .. gue bangga sama mereka , andaikan gue bisa berjabat tangan satu persatu “
Gue ada disana untuk support bukan untuk memaksakan kehendak gue .
Sebagian besar orang yang gue tau membatalkan tiket untuk pertandingan selanjutnya dengan alasan “ Untuk apa lagi ? udah kalah… males nontonnya “
Oh well sahabat, semoga tidak satupun anggota timnas kita denger itu ya … gak tega gue .
Lain kali kalau ditanya orang , jangan bilang lo dateng kesana untuk mendukung Indonesia. … tapi lebih baik lo jawab “ Gue kesini pengen dapetin maunya gue “ .
Gue,
Gue memilih untuk nonton dirumah saja mulai sekarang .
Tidak mengurangi kebesaran support gue kok, tidak mengurangi rasa nasionalisme gue kok.
Malah gue bisa menyanyikan Indonesia Raya dengan lebih tenang, dengan bendera kecil gue di meja bekas 17an yang lalu …
I love you timnas, selamat bermain hari ini … senior maupun junior maupun antar club dll … I love you …
buat Indonesia bangga dengan jadi yang terbaik ,Bukan pemenang .
Tutup kuping, kadang banyak dari kita yang gak perlu lo dengerin atau gubris, kita belum jadi supporter yang baik kok ….
Belajar terus dari yang lain, benahi kekurangan, tunjukkan kelebihan, be the best … have fun , jangan jadikan kita beban .
Nasionalis yang baik akan bangga sama kalian kok apapun situasinya .
Mudah2an suatu hari gue sangat sangat berharap bisa bertemu … cuma pengen salaman dan ngomong langsung kalau gue bangga.
Till that day , luv u .
( Dan buat para pnonton di tribun vvip kemarin … mungkin dimata lo mereka maling , tapi faktanya mereka kemarin menang kan ? apa point yang bisa lo pelajari disitu ? selain uang tidak bisa membeli etika dan otak ? )
Love, Mel
sangat di sayangkan orang-orang yang kita anggap sebagai pemimpin dan panutan masyarakat bisa berprilaku seperti itu
saya lihat mbak ama keluarga di TV hehehe
Keren banget tulisannya, semoga semua suporter Indonesia bisa baca ini.
Terharu dgn besarnya jiwa nasionalisme mba Mel….menurut gw support besar hanya diberikan pd saat menang, jika kalah malah dihujat… Oh sangat disayangkan skali…di beberapa sosial media byk mencantumkan kata2 yg tidak pantas ntuk para pahlawan masa kini..
sayang sekali indonesia kalah,tetapi saya cukup bangga dengan semangatnya sampai akhir pertandingan..
nice artikel!
Krennn mb mel, salut. Supporter sejati…
dukung dECH 100%
tulisan yg bagus buat mba mel tp isinya berseberangan sm opini gw. yap, gw salah 1 dari sekian byk yg kecewa terhadap pertandingan kmrn. buat gw pertandingan kmrn bukan sekedar pertandingan biasa. klo mba mel selalu menyanyikan lagu Indonesia Raya, gw pun jg begitu. karna gw bagian dr Indonesia dan setiap kata Indonesia diperdengarkan, dada gw selalu bergetar. dan pst nya gw selalu optimis dengan segala hal yg baik dgn INDONESIA.
balik lg knp gw blg bkn hanya sekedar pertandingan biasa, ini adalah LAND OF WAR qta mba, mereka yg selama ini selalu bikin masalah dengan negara qta, dan posisi tawar qta yg sulit seakan negara qta selalu dlm posisi terendah dlm hal HARGA DIRI. yap gw akuin qta terlihat kampungan, tp apa mba mel pernah merasakan atmosfir yg sama ketika berada di negara tetangga? apa tembakan laser yg memulai qta? ini kenapa gw blg bukan sekedar pertandingan biasa. lawan qta malaysia. dan klo mba mel menghitung dr segi bisnis hiburan, berapa pemasukan dr penonton kmrn yg udah memerahkan stadion GELORA BUNG KARNO? apkh mba mel mengikuti jln nya sea games timnas u23 qta? klo iya apkh mba mel tau pertadingan kmrn itu pertama kalinya stadion GBK terisi hampir bs di blg penuh? dan 1 lg mba mel, timnas u23 qta belum menjadi timnas yg superior dan disegani oleh timnas” dr negara lain. termasuk yg mba mel bilang “gmn klo qta jd tuan rmh PD”. apkh mba mel nanti akan bangga qta bs bertanding di PD karna qta otomatis bermain sbg tuan rmh? yg pd akhirnya dlm setiap pertandingan timnas qta terlihat hy spt boneka yg dipermainkan lawan? ckckckkc amit” deh ya mba mel hehehhe.
ya disini gw ngeliatnya mba mel hy sebagai penonton yg mencari hiburan spt yg mba mel blg diatas. “menang/kalah gw cm pgn liat Indonesia main”. dan mgkn jg ketika nanti beckham dateng dan main di Indonesia, mba mel spt artis” lainnya yg dateng karna pgn liat bechkam, bukan karna INDOENSIA nya. karna (sori) timnas qta pst kalah klopun seri/bs smp menang itu karna mereka main sekedar eksebisi tnp ada keseriusan main. kecuali jg klo timnas qta bs main ajaib hehehe. sori ya mba mel klo gw sotoy hehehe piss
disini gw bkn ngomentari para bupati/pejabat” yg mba bilang lho. klo mslh itu mereka emang biang kerok nya pemerintahan qta
yap, last but not least ini komentar gw. gpp ya mba klo berseberangan. kan DEMOKARSI hehehe. itu sudut pandang loe, dan ini sudut pandang gw. dan sekali lg ini LAND OF WAR qta. bukan sekedar pertandingan biasa dan byk hal yg membuat gw dan kebanyakan org kecewa.
semoga mba mel bs terus ngeliat pertandangan timnas qta di GBK klo ternyata mba mel py kesempatan utk nonton di rmh.
SALAM PLUR
HEBAT ! berfikir kritis,.!
gw rasa ini pertandingan malaysia vs indonesia kemarin kamis,. gw hadir juga d stadion,. sama seperti lw gw juga akhirnya dapat menonton timnas langsung meskipun d tribun 100rb ., hehe! gw setuju sama semua yg lw bilang di atas,. tapi bedanya,. gw mau nntn lagi aja langsung,. kapan” qta nnton bareng ya,.!
sebuah jejeran huruf yang membentuk kata “INDONESIA” terlihat lebih bermakna saat lw nyanyiin bersama orang” 1 stadion yang juga mncintai Indonesia,. pkoknya Indonesia dalam darah gw ngalir deras,. ga penting menang kalah,. yg penting gw INDONESIA!
fB : sandy aristyo
Terkadang sesuatu yang kita inginkan berbeda dengan apa yang diinginkan orang lain dan sama dengan apa yang kamu tulis. Beranggapan apa yang kita lakukan itu benar,tapi tidak semua apa yang kita lakukan benar…
Kunjungi blog saya : http://www.joecandra.co.cc
Hola mba melanie rockerz!
Tulisannya bagus ! Yang dirasain mba sama ama saya mba ! Geli sendiri liat dan denger orang2 yg sok memperlakukan diri mereka lebih dibanding orang lain, nasionalisme mulai pudar perlahan, smoga nggak cuman moment2 seperti sea games ajah yg bisa membuat 100rb org lebih berkumpul jd satu dengan berbagai perbedaan mereka cuman untuk meneriakan “ayo ayo ayo Indonesia bisa” amienn .
Salam Harmoni,
AngkyWdiast
bener bgt … yg bikin stress pemain yaaa kelakuan penonton spt itu,
gak tau tuh gimana harus memulai agar tidak lagi menghujat dikala pemain lagi kerepotan menghadapi lawan main, ternyata supporter juga meneror …. beban mental timnas mau diluar negeri atau dalam negeri super berat yaak
sudut pandang yang subjektif tapi mengena
dan 90 persen saya setuju….
tapi untuk TIMNAS u23 sudah bagus kok… dengan pilar2 didepan yang menurut pandangan saya adalah gambaran TIMNAS kedepannya
Teqi
http://www.toserba.co
Tull..yg bikin kecewa emang sbenarnya penonton di GBK itu sendiri. sangat mengecewakan.
medali belum dikalungkan-stadion yg penuh sesak luar dalam udah sepi. terliat ga ada yg ngasih tepukan tangan apalagi sampe standing ovation saat mereka diberi medali perak. inikah suporter instan yg cuma ingin kemenangan?
euforia nonton final ke GBK sangat menyenangkan, tapi buat gw yg dah sering nonton bola disana, malah menakutkan, karena panitia penyelenggara masih sangat tidak profesional dlm mengelola suporter, bayangan GBK bakalan penuh sesak luarbiasa mpet2an dah didepan mata-[di semifinal aff kmarin gw mpe taroan nyawa manjat pilar k tribun3 spy bisa liat timnas, walopun akhirnya cuma celana yg robek ...haaah]
krn itu utk kali ini gw emang ga niat nonton final ke GBK. ironisnya sbagian besar yg dtg tidak tau sepakbola indonesia shg tidak siap ngadepin situasi disana.
staun yg lalu kmn mereka saat timnas senior menghajar 5-1 malaysia? gw bisa dibilang brenang guling2an di tribun 3 saking sepinya….skrg? e buseeeetttt. xp
indonesia mungkin secara mental memang belum siap menjadi juara.
tapi kebanggaan luar biasa selalu di dada saat melihat timnas bertanding, apapun hasilnya.
orang2 indonesia sepertinya selalu kesal dengan yg namanya malaysia. Dari jaman sukarno sampai sekarang. Sebenarnya mengumpat itu sangat buruk, menandakan kualitas dirinya. Gak suka boleh tapi tak perlu mengumpat.
Sebenarnya yang salah itu malaysia atau indonesianya yang terlalu lalai dan bodoh. Taruhlah tentang kesenian, pulau dll yg bikin berantem, sepertinya indonesia memang harus banyak berinstrokpeksi diri lebih banyak.
Indonesia negar besar dan kaya raya, namun salah urus, diurus oleh orang yang salah. lihat frepot dimana bisa puluhan tahun mengeruk kekayaan indonesia, yang memberi ijin itu yang salah.
Hmmm sedih kalau indonesia seperti ini terus
A very impressive article. Well prepared. Very motivating!! Set off on to way
ane ijin nyimak dulu ya gan…
iya mbak gue juga selalu kesel kalo orang2 ngata2in negara lain, dulu gue juga gitu, tapi cuma ikut2an, sekarang gue sadar, kalo gue memperlakukan bangsa lain kayak gitu, gimana bangsa lain memperlakukan bangsa gue ?
mba Mel, aku setuju banget deh sama tulisan ini..
aku juga kecewa sama suporter yg ngomong ga enak, kampungan.
daripada ngomong maliiiing dkk kan lebih baik teriakin support buat timnas.. “ayoooo timnas bisaa!!!!” atau apa gitu ya mba.
Timnas luar biasa mainnya hanya saja malaysia juga bagus jadi buat apa kita teriakin maling atau nada menghina yg lain. Mereka main fair ko ga curang..
Apa rasa cinta mereka ke timnas ke Indonesia itu cuma pas menang aja?
aku bingung deh mba sama mereka yang gitu.
aku sampe bilang kalian ga berhak ikut bahagia saat timnas menang nanti!!
aku kesel mba jadinya sama suporter timnas yang kampungan itu
walaupun nonton di rumah aku ga pindah2in channel loh mba aku tonton sampai akhir..
oiya satu lagi kenapa harus salahin wasit saat timnas kalah. Walaupun aku ga ngerti bola tapi itu beneran offside dan timnas juga ga masalahin kan.
aku mikirnya mereka itu hanya bisa nyalahin, nuntut banyak tapi ga sepenuh hati mendukung. harusnya kalau mereka bilang mereka suporter timnas sejati atau cinta sama Indonesia kasih dukungan yang maksimal saat menang atau kalah. kalaupun kalah ya tinggal dipelajari kekurangannya dimana kan terus diperbaiki.
dari musuh sekalipun kita bisa ambil pelajaran kan mba ya..
kayanya aku malah jadi curhat ya mba, pokoknya aku sepakat sama mba mel..
ironis, sama halnya dengan kejadian petasan waktu ind vs mlsy di gbk, dimana salah satu petinggi negeri ini memilih pergi dengan muka marah, bukannya nenangin rakyatnya. padahal pertandingan masih berlangsung. ckck..
Itulah perilaku suporter, sering kebablasan.
Fanatisme terhadap club/negara seharusnya tak menghalalkan segala cara.
Sebagai bangsa yang beradab seharusnya tetap mengedepankan moral.
Salam hangat dari Surabaya
beda supporter sejati seperti mbak melanie dan supporter abal-abal terlihat disini
Itu bukti bahwa orang tua dia, kita dan orang tua mereka salah mendidik .
Orang tua bangga klo anaknya rangking satu …. walaupun menyuap guru
Orang tua bangga anaknya lulus SPMB (tanpa testing) masuk UNIV negri Fav … walaupun lewat koneksi
Tp orang tua tidak pernah memberikan satu apreasiasi bila kita jatuh, kalah, ataupun tdk juara
Jangan salahkan mereka mel
Itulah gambaran realita hidup kita di sini . DI INDONESIA TERCINTA
inilah yang harus ada pada diri suporter indonesia,,,,