!!!!!!

9 Oct 2014

Tulisan ini
Gue buat sambil secara terbuka gw bilang gue nangis sejadi jadinya.

Tp gw sendiri ga tau.
Apakah gw marah,sedih atau kecewa.
Dan menit ini juga, gue mempertanyakan apa itu bener dan salah.

Andai lo semua tau brapa sering gw pengen triak “FUCK YOU!!!! Gue capek”.

Bermula lagi dari keramaian pilkada ini.

Andai ada yang brani menit ini blg atau mempertanyakan kecintaan gue pada indonesia atau apakah gue siap untuk membela akan asli berhadapan dengan tinju gue.
Ga cuma ngadepin orang.
Mati juga akan gue jalanin.
Dan itu sudah gue buktikan berkali2.

Gue.
Dengan sepasukan kecil sahabat gue yang pd brengsek.
Yang mungkin ga punya sayap.
Memang secara angka kecil. Sangat kecil. Tapi mereka malaikat.

Seseorang mempertanyakan show private tahunan gw u/para sahabat yg diadakan 20 okt ini. Yang dari dulu memang diadakan di ultah gue yang dari lahir emang udah 20 oktober.
Kagak bisa dirubah kecuali elo Tuhan.

Sebetulnya pertanyaan seperti itu tidak masalah.
Selama tidak dikaitkan dgn issue yang tampaknya akan terjadi, akan ada orang2 yang akan bergerak hari itu menentang koalisi merahputih dan sejenisnya.

Pengaitan itu pun masih tidak apa selama tidak ada kesan atau kata seolah kalau gw tidak ada dijalanan hari itu, gue tidak ada rasa solidaritas.

Baca kata ini: Solidaritas MY ASS!!!

Lalu keluarlah jutaan kata yg udah sering ada d kepala gue.
Apa sih cinta Indonesia itu?
Turun ke jalan saat semua turun?

Kalau enggak, artinya tidak berbangsa?

Sama tuduhan k gue beberapa minggu lalu yang ngomong, dari sebuah media:
“Kok mba mel ga pake batik sih. Ini kan hari batik. Katanya support nasionalisme”

REALLY??????
gw akan jauh lebih menyembah orang yg ngurus pengrajin batik,beli batik,baca ttg batik dan pakai batik di sisa 364 hari lain yang bukan hari batik.

Banyak sahabat brengsek termasuk gue sendiri jadi bulan bulanan tudingan ,di pertanyakan solidaritas nasionalnya saat tidak ikut ribut pd ksus pelecehan anak di JIS.

Well

Atas nama rakyat itu gue akan bertanya balik

“Dimana elo saat ini kejadian tiap hari di daerah atau sekolah2 kecil dna kita teriak minta perhatian!”
” Dan kita sekarang dibilang tidak peduli karena tidak ada di satu kasus besar yang mendadak jadi sorotan sementara anak2 yg tahunan kasusnya dilewati cuma bisa liat dan denger dngan tangis sampe terbangun dendam?”

Saaat hari ini kesetia kawanan kita diper tanyakan ,katanya
“Negara ini akan pecah kalau kita gak bersatu di 20 Oktober,ayo dong semangat sedikit untuk masa depan”

Maka malam tadi gue berteriak balik
“Lalu dimana kalian saat segelintir temen2 gue dipecah dan pasang badan,ngalamin pelecehan, ngadepin preman berduit, kekerasan Fisik saat berusaha pertahanin tanahnya yang mau di reklamasi???”

Yakin mau manggil mereka gak nasionalis kalau gak ikutan di jalan tgl 20 besok???

Gimana dengan perdagangan manusia, trafficing, underage, #supportRudi saat dia gak bergaji mencoba bongkar jaringan per dagangan manusia, apakah ada satu dari kalian yg menuduh “kamu kok ga mau berbuat sesuatu untuk 5 tahun k depan indonesia” yang bantu RT atau sekedar bertanya gmana kemanjuan kasus dll?

No.
Justru rakyat brengsek2 ini yang bantu.
Mereka yang support.

Mereka yang ngumpulin duit mrk kalau ada yang kesusahan. Tuh buktinya. Ratusan juta dr seperak dua perak uang mereka. BUKAN dari mereka yang pada mampu.

Kenapa? Karena mereka tau rasanya susah.
Mana kalian yg minta tolong gue “tolong dong kumpulin kekuatan buat 20 okt”

Gmana kalau gw minta balik “Tolong dong bantu gerakan mereka ” ??!

Dan lo akan jawab “Ya demokrasi ini kan untuk kalian dan mereka juga”

Maka gw akan jawab:
Dari masa terjajah, merdeka, brapa presiden lah, sampai yg akan baru besok, apa pengaruh nyata demokrasi dan jumlah kursi kalian pada fakta brapa piring dan liter beras yang bisa mereka taro diatas meja mereka???

Gak ada.
Yang susah tetep susah.

Tanggal 20 gue buat acara dengan gol 200 guru d selurun indonesia kebutuhannya ditanggung 3 bulan kedepan dan 200 murid smp seluruh indonesia ga perlu beli kebutuhan sekolah lagi sampe lulus smp.

Itu disebut tidak mikirin negara karna mereka gak ada di jalan tanggal itu?

How the Fuck is that logic??!

Ada yg menulis kan tidak peduli perbaikan negara karna kita ga ikut demo pilkada kemarin.

Yang gw tau, sahabat2 itu lagi ngamen dijalanan untuk berbagai gerakan dan bisa ngumpulin sekian belas juta untuk anti reklamasi, ngobatin orang sakit gak mampu dan ngirim buku ke sekolahan kapal di papua.

Itu tidak solider??

Kalau is a. B. C. Menang. Kalah. Jadi presiden. Jadi setan. Demokrasi kek. Enggak kek.

Apa yang susah jadi bisa makan hari itu?
Faktanya TIDAK.

Berbulan2 lalu gue coba ngajak untuk ngawal PIL LEG.
Dan disangka gila karena yang trend adalah pilpres dengan segala konser bla bla nya.

Gue diem. Karna gue kira gue salah.
Wong gw kecil di jerman. Tau apa sih gue.
Jangan2 buku yg gw baca soal suara rakyat dan putusan dll itu adalah hak LEGISLAtIf, bukan presiden itu salah.
Salah baca kali ya gue.

Wong yg ngetawain gw pd yakin2 gitu muka nya. Gue memohon. Tapi semua pada fokus di pil pres yang emang lg keren2nya bulan itu.

Yang peduli untuk kritisi calleg ya cuma sahabat2 brengsek di socmed dll.

So saat dageelan ini mulai mengalir, dan orang2 ajak gue bergerak, marah2 liat legislatif pilihan mereka dll, gue cuma bisa nangis dalam hati dan bilang:
“Itu pilihan kalian. Gue cuma is tolol yang lo ga mau dengerin”

Well.
Gue menolak untuk perjual belikan “sahabat” “brengsek2″ dan “malaikat2″ gue ke siapapun.

Gue lebih bangga pada mereka yang ngais2 jalanan dan BERBUAT NYATA ketimbang hari itu entah kapan ada dijalan berteriak2 yang tidak merubah nasib mayoritas orang susah dan bermasalah di indonesia.

Mungkin kita bodoh.
Gak sepinter kalian2 disana.
Kita bau. Dekil. Oon. Kalo ngomong brisik. Tong kosong. Apapun itulah.

Tapi tangan kaki hati nyawa energi kita pakai buat indonesia dalam bentuk nyata.

Sebelum ada yang bertanya menuduh atau apapun itu.

Tanyalah pada diri sendiri kenapa susah kalian mendapatkan support.
Sudahkah kalian selalu support balik kayak kalian harapkan?

Sebelum mengatakan orang tdk support, tanyakan apa yg sudah lo lakukan dengan nyata selain keras kepala dan teriak?

Bernegara bukan soal itung2an
Bukan soal balas2an
Selama tidak ada tudingan.

Kita brengsek.
Kita berdiri seadanya.
Tapi jangan pernah pertanyakan loyalitas karena “agenda”yang lo tentukan.

Gue mending dianggep tidak setia kawan dan kehilangan sjuta “teman” karena gak ikut gerakan telat sadar lo, kalau disisi lain ada manusia menanti menghitung jam karena kemiskinan, kelaparan dll.

Memang gak keren. Gak masuk tv. Gak demokrasi. Apapun.

Well. Trakhir gw inget,dan gw liat,sistem apapun tidak bawa nasi ke atas meja.

Tengoklah ke arah yang benar.
Yang butuh.

Itu namanya rela dan berdiri menopang tanah air.
Tanahnya.
Airnya
Isinya.

Bukan kursi nya.

Yes.
Semua akan pengaruh ke masa depan kita. Bukan gue tdak mikirin.
Tp kalau gw disuruh demo saat dah byk yg wakilin, dan dimenit itu gw bs lakulkan sesuatu yg bisa menghidupi ratusan orang, gue akan pilih yang kedua.

Jangan nilai kita.
Kalau lo gak kenal kita siapa.
Karna lo tidak akan suka akibatnya.

Kita hidup untuk rakyat
Dalam arti SEBENARNYA.

Kalau lo meragukan kita karna pilihan tidak sama kayak pilihan lo,
Maka gw pun berhak meragukan ketulusan lo.

Mel.


TAGS


Comment
-

Author

Search

Recent Post