SUATU HARI DI VICTORIA PARK

28 Jun 2015

SUATU HARI DI VICTORIA PARK

Sengaja gue kasih judul gini ,karena toh kalau suatu pagi udah pernah ada filmnya , dan bukan bermaksud ikut-ikutan, tapi emang bener . Beberapa waktu lalu gue meluangkan waktu gue untuk sekedar nongkrong beberapa hari bareng sahabat-sahabat Buruh Migran kita yang ada di Hongkong, termasuk ngelewatin satu hari di tempat yang cukup legendaris buat BMI , yaitu the one and only, Victoria Park .

 

That Sunday  , sejujurnya gue gak tau apa yang gue harapkan saat mulai ngelangkah ke Victoria Park .

Konon katanya, itu tempat keramaian .

Konon katanya, hampir semua BMI meluangkan hari minggu nya di sana .

 

Konon , banyak temen gue yang bilang:

 

“ Sama Mel kayak lo kalo di singapur tuh ke depan Lucky Plaza , ishhhhhh asli orang kita semua , brisik , brantakan, standar lah orang Indonesia “

 

Konon, banyak temen yang bilang BMI disana lebay. Brisik , Norak bahkan. Apasih kok pasang music keras keras, kan malu di Negara orang . Dandanan juga gak kayak pekerja , malah banyak yang (maaf ) kok kayak mau party siang siang , pasti buat nggodain orang .

 

That ? cuma bikin gue makin gak sabar buat duduk disana dan ngeliat, apa sih yang sebenernya mereka lakukan ., walaupun sudah bertahun tahun gue juga mendalami kehidupan Buruh Migran, atau apalah itu istilahnya yang kita tahu , TKI ,TKW , dan jutaan istilah lainnya .

Dan bener seperti apa yang gue selalu tau,kita sudah bisa nandain bahwa gue ada di area yang bener, saat dari ujung jalan saja gue bisa nandain bahwa ribuan orang lalu lalang ini adalah orang Indonesia .

Logat-logat familier mulai kedengeran, music dengan volume keras nyampe ke kuping gue mulai dari dangdut sampe band band pop indonesia, bingkisan bingkisan bekal bertebaran dimanapun mereka bisa duduk , and yes … gue ada di tempat yang bener .

Ini dia ,

Selamat datang di Victoria Park , Hongkong  .

 

Kebingungan dengan semua kekisruhan itu, gue pun memutuskan buat ngadem, nyoba buat mandang dari kejauhan dulu , sambil mencoba menyerap energy yang ada disitu .

Jadilah gue milih duduk sendirian disatu pojokan diatas tangga , yang sepi kecuali ada satu wanita yang lagi tidur . Dandanannya ? Poll . Make up ? Pasti . Tapi beda dengan ribuan temen lainnya yang lagi ribut bercanda, dia tidur .

 

Kalau saja ada orang berpikiran pendek , kesempulan pertama melihat ini adalah “ yaelah TKI , ampe taman tidur, tidur aja musti dandan, pasti abis ngapain dah tuh , mana posisi tidurnya gitu pula “  well .

 

Somehow, gerakan gue tampaknya membangunkan wanita ini, yang langsung salah tingkah dan mencoba duduk .  Pendek kata, terjadilah obrolan dengan mba yang kita sebut aja , A .

Konon mba A mendapatkan ijin dari majikannya untuk berlibur hari Minggu dan seperti umumnya, dia memilih ke Victoria . Dan setelah berbasa basi pendek, gue pun tiba di pertanyaan yang nyangkut di kepala gue  .

“Kenapa sampe sini tidur mba ?”

 

and there goes the story  yang gue gak nyangka, satu pertanyaan pendek bisa berujung pada cerita seperti ini .

Mba A, bekerja pada seorang majikan . Majikannya adalah suami istri, punya 2 anak, dan ibu si majikan yang sudah sangat sepuh pun tinggal dirumah yang sama .

Rumah yang sangat kecil, sangat sangat kecil, satu kamar mandi, dua kamar tidur , satu meja makan yang kadang dianggap juga sebagai ruang tamu .

Konon ini adalah kondisi yang wajar di hongkong sana ,

 

Saat gue bertanya, “ Nah kalau dia aja gak punya duit, ngapain majikan pakai acara cari pekerja lagi ?” ,

 

Jawabannya adalah “ Ya kalau dia sewa pembantu, minimal kedua majikan bisa kerja, yaaaa buang duit dikit bayar saya, tapi kalau  majikan perempuan tinggal di rumah dan gak kerja sama sekali, hilang kan satu pemasukan keluarga? “

 

Sejauh itu,  masih Masuk akal .

 

Yang mengganggu di gue adalah cerita kelanjutannya.

Karena ketidak mampuan majikan dan  rumah yang sangat sangat seadanya , maka tidurpun menjadi masalah . Dengan dua kamar yang sangat kecil dan 6 penghuni rumah, dan tidak mungkin ibu membiarkan kedua anak nya yang masih balita tidur dengan orang tidak dikenal, maka pengaturan yang paling sering terjadi adalah : Si ibu akan tidur dengan dua anaknya, dan akhir nya si Mba A akan tidur dengan nenek dan majikan pria nya .

Kondisi tidak nyaman yang tidak ada pilihan .

Memang majikan tidak jahat , tidak menyiksa, tapi inilah kondisinya.

Dan inilah akhirnya yang nantinya gue pelajari , dimana seorang lelaki dewasa tidak pernah tidur dengan istrinya dan harus tidur dengan perempuan lain , yang akan membawa ke hal hal yang sering kita dengar .

Sekedar info : di hongkong , ada aturan yang melarang pekerja tidur diluar rumah ( kos dll ) ,sehingga memang inilah yang harus dihadapi .

 

Dan setelah merasa tidak bisa berbuat apa apa, gue hanya pamit untuk pindah tempat duduk , sambil membiarkan mba A melanjutkan tidurnya . Mungkin ini lah satu satunya hari dia bisa merasakan yang namanya tidur dengan aman.  Walaupun dia sudah dandan secantik cantiknya, well … biarkanlah dia istirahat .

 

Dengan niat buat riang gembira di siang ini , bukannya mencari stress, gue pun kembali melangkahkan kaki gue .

Maunya sih, nyamperin mba mba yang masak sejenis lontong sayur disana, demi menjaga ketenangan perut gue yang dah mulai gak bahagia .

 

Sayangnya belum sempat jauh ngelangkah, gue nyaris kesandung sama sekumpulan BMI juga yang duduk dengan tikar dirumput, dan tampaknya sedang saling mendandani satu sama lain . Sekotak make up berantakan di rumput, sampai sisir , dan apapun itulah yang gue aja gak punya .

Jelas mba mba ini gayanya pun jauh lebih trendy di banding beberapa grup lain , mulai dari dandanan sampai ujung kaki nya .

Termasuk juga, ditengah tengah mereka terdapat juga sebuah tape , yang tampaknya diputer pada volume poll  supaya music dangdut yang mereka puter kedengeran sampai jauh .

Yes, gue bahkan bisa liat beberapa BMI dari grup sebelah nya pun berdiri dan berjoget joget bareng lagu .

Walaupun lagu nya kemana, jogetnya kemana gak nyambung tapi gue nyaris ketawa sambil nangis ngeliat penghayatan yang segitu besarnya pada lirik lagu yang diputar .

 

Spontan gue mikir:

“ ini dia nih kayaknya  yang temen gw bilang . Dandan, baju ketat, jejogetan, brisik, norak , rusuh “

 

Ngelupain si lontong sayur, gue duduk di sebelah grup itu , dan dengan mudahnya mereka langsung ngajak ngobrol .

Asli kalau ada satu yang bisa gue pelajari, adalah mereka cukup ramah.  Ngeliat apapun yang berbau Indonesia, itu dianggap bisa ngewaklin kekangenan sama tanah air .

 

Asal tau aja, walaupun mereka seringan dilupain pemerintah, tapi mereka adalah salah satu penyumbang devisa terbesar Negara ini .

 

Anyway,

Mulailah obrolan seru antara gue ama grup ini , dengan pertanyaan bodoh yang gue lemparkan :

“ Mba….. gak brisik ya MBAAAAAAAA??? “

 

dan sudah pasti , dijawab dengan satu kata saja :

“ Haaaaaahhhhh ????!!! “

 

Asem .

Well dengan sabar sambil nunggu lagu habis, gue mulai lah ngobrol . Mulai dari dandanan, music keras , sampai joget yang kayaknya poll banget . Gak malu apa diliatin ama yang lain ?

 

Dan mengalirlah cerita lain dari mulut mba mba yang menuntut konsentrasi penuh gue , karena ditengah music kerasnya, mereka berebutan bicara . Tanpa titik tanpa koma .

Umumnya, mereka sudah disana minimal selama 3 tahun .

Ada yang sudah overstay ( kelebihan masa tinggal ) dan gak bisa pulang , ada juga yang memang belum jatahnya pulang .

“ Lah kok bisa overstay mba ? kenapa gak pulang ? jadinya masalah ama hukum kan?”

Dan kembali gue mendapat jawaban yang logis :

“ gmana mau pulnag mba …pulang pake apa ?  digaji juga enggak . Kan bbrp bulan pertama gaji itu jadi miliknya agen, Brengsek nya mereka, kalau saya minta pindah majikan , moso ya gaji dipotong dari itungan bulan 1 lagi ?  kapan saya punya uangnya mba ? pdhal saya minta pindah karna saya digrepe grepe ama majikannya .. ya jadilah saya disini dah setaun gak terima gaji . Paspor dll juga dipegang mereka . trus saya mau apa ?  Makanya ini joget joget juga mumpung mbaaaa… dimana lagi saya bisa gini ? tiap hari gak boleh ngomong, pake baju seragam ketutup, gak bisa denger music wong saya aja tidurnya di kamar mandi … ya cuma disini saya bisa gini mba “

 

There sahabat, jawaban yang slama ini gue pertanyakan .

Sebagai wanita . Sebagai manusia lah , gue pun ada hari harinya pengen nyanyi triak triak, pengen dah cantik , dandan, pake baju bagus …

Adakah yang salah sama itu ?

 

Yang salah hanyalah saat kata kebebasan diartikan sebagai kata norak atau kampungan . Tanpa mencari tau cerita dibaliknya.

 

Kalau GUE nyaris gak bisa apa apa selama 6 hari seminggu, tidur hanya 4 jam , makan ya nunggu sisa majikan, satu baju seragam seminggu, bicara dibatasi, well … mungkin gue udah lebih norak lagi setiap hari minggu . Percaya deh , kalau itu gue , asli . Orang orang ini gak ada nada apa apa nya .

 

Anyway antara kuping gue yang dah mulai budek karna dangdutan itu dan gak mau ganggu rutinitas mereka yang cuma bisa dilkaukan selama beberapa jam doang, gue pun melangkah agak menjauh .

 

Kali ini niat gue jelas ,

Gue melihat seorang BMI agak sedikit mojok ,tampaknya pacaran hahaha … tapi gue gak yakin pasangannya orang Indonesia juga .

Dan berhubung jiwa kepo gue lebih besar dari ke tidak enakkan gue ,dengan tidak tau malu duduklah gue didekat pasangan itu , dan belaga menanyakan jam . ( basi banget yak trik gue )

 

Jawaban mba nya yang super medok, bikin gue nanya “ Jawa timur nya mana mba?”

 

Ternyata, pertanyaan itu membawa ke cerita yang lain lagi dibalik pemandangan yang gue liat .

 

Ini mungkin yang paling menggelitik karna sangat tidak jarang kita membaca atau mendengar bahwa BMI kita centil, kerjanya kok pacaran dll . So this time, gue niat banget nanya .

 

Ternyata , si mba sudah mempunyai suami dan 2 anak , dan saat gue tanyakan, pria yang ada disamping itu BUKAN lah suaminya . Curiga dengan image yang slama ini gue denger ternyata bener, gue beranikan diri menanyakan kelanjutannya .

Dan konon ceritanya adalah,

Suami si mba ini sudah kabur lagi dengan wanita lain di bulan ke 6 mba ini berada di hongkong .

“ Namanya pria mba, ditinggal ya gitu ..tapi saya mau gimana ? dengan saya kerja disini, emak bisa buka warung di kampung dan 2 anak bisa sekolah… mana ada kayak gitu sebelumnya ? pas kerja di tanah air saya cuma bisa ngumpanin makan aja mba , itu juga susah . Siapa mau kasih saya kerjaan wong cuma lulusan SD “

 

So 3 tahun kemudian, tanpa dicerai karena sang pria kabur begitu aja ,dengan 2 anak yang diasuh neneknya di kampung, status terlunta lunta, si mba pun jatuh cinta pada seorang buruh migran asal Negara lain yang pun bekerja di Hongkong .

Salahkah ?

 

Kaki gue melangkah kesana kemari , bertanya ini itu, bercanda, mengamati , sampai akhirnya gue terpikirkan suatu hal  yang akhirnya gue tanyakan kepada seorang buruh Migran sahabat gue , yang sudah bertahun tinggal disitu .

 

“Mba, kalau puasa gimana mba ?  sahur, buka , dll ? lebaran ?”

Dan datanglah sebuah cerita yang cukup membuat gue trenyuh .

 

“ Semua bergantung pada majikan kita mba .. gimana majikannya aja “ .

 

Konon, ada majikan yang mengerti ritual itu, ada yang tidak. Ada yang bahkan sama sekali tidak mengetahui tradisi ini, TIDAK salah, namanya juga beda Negara .

Yang disayangkan adalah, tidak adanya jembatan antara kedua pihak ini . Saling memperkenal kan budaya dan kebiasaan masing masing .

Ya gak agen gak perusahaan gak pemerintah memang hanya sibuk memastikan uang mereka masuk dengan semesstinya. Titik .

 

Gak jarang BMI sudah tiba di tempat majikan, padahal diberangkatkan dengan RESMI, pelatihan dll, dan TIDAK BISA berbicara bahasa local sepatah katapun .Konon, yang diajarkan hanyalah memasak dan kadang ketrampilan dasar lainnya.

 

Yang belakangan gue temukan, bahwa JARANG ADA tenaga ahli mengajarkan itu . tapi demi menghemat budget, maka biasanya agen, PT maupun pemerintah hanya menunjuk Buruh migran yang lebih senior untuk mengajarkan calon yang akan berangkat .

Pantas bos bos mafia itu tajir semua , saat semua nya dihemat .

 

Anyway kembali ke cerita puasa dan lebaran, sahabat gue ini menceritakan pengalamannya bekerja pada dua majikan yang berbeda. Dimana yang satu mengerti, bahkan suka menyisakan makanan di lemari untuk dipakai sahur paginya ,

Dan yang satu lagi, yang sama sekali buta pada tradisi puasa ini . Konon ada masanya bahkan ada beberapa BMI yang bahkan tidak bisa solat sama sekali .Kadang yang sudah lama ada pada satu majikan , mulai hapal kebiasaan majikan , mulai dari kapan mereka keluar, atau berapa lama mereka berada dikamar mandi dll , dan menggunakan kesempatan itu buat beribadah .

 

Dan terlepas dari majikan yang tidak mau mengerti, bertahun tahun kemudian baru diketahui bahwa kegiatan beribadah itu yang tidak biasa mereka lihat, ternyata menakutkan untuk mereka . Karena, selama ini tidak ada yang menjelaskan ke mereka . Termasuk bahwa mukena yang biasa dipakai yaitu warna putih, bagi orang sana adalah warna kematian .

 

Andaikan agen dan PT bener bekerja dan bukan hanya mengurusi negosiasi gaji dan menerima uang saat waktunya bayar bayaran .

 

Gak terasa hari mulai sore , dan terlepas dari cerita cerita diatas, masih ada puluhan cerita yang jauh lebih menyentuh .

Mulai dari yang menyenangkan, sampai mereka yang harus membiarkan dirinya disentuh, dilecehkan hanya karena tidak memegang uang sepeser pun , tanpa memegang berkas sedikitpun , tanpa mendapatkan sosialisasi dimanakah wakil pemerintah kita di Negara ini ,

 

Dan tidak jarang, saat mereka berhasil melaporkan diri ke kedutaan, toh hanya di lempar dengan alasan hokum yang sudah dibuat mengatakan bahwa apapun yang terjadi adalah tanggung jawab PT pengirim .

 

Saat gue tanya, apa yang mereka lakukan saat dilecehkan, diinjak, bahkan hal hal yang lebih mengerikan , saat mereka tidak ada pegangan sama sekali ?

 

Jawabannya mungkin membawa kita ke cerita banyak kasus yang terjadi . Mereka membela diri mereka dengan apapun yang mereka bisa temukan di depan mata . Demi nyawa .

 

Somehow gue merasa mereka yang berada di Hongkong ini masih jauh lebih beruntung dengan adanya kebebasan hari minggu ini , Dengan kemungkinan mereka berorganisasi . saling bertemu sesama darah tanah air … dibandingkan Negara lain yang sangat sangat mengenaskan . Saat mereka akhirnya menghilang . Saat tidak ada pilihan pekerjaan lain, mereka dipaksa menjual diri mereka . Atau melakukan atas pilihan sendiri, daripada luntang lantung dijalan tidak ada yang mau nampung dan tidak bisa pulang ke negaranya ?

Melupakan perut gue yang laper, gue kembali memandangi sahabat sahabat BMI di Victoria park ini . Mendadak kepala gue memunculkan kata kata yang berbeda dari sebelumnya .

Ini hari kebebasan mereka . Beberapa jam sebelum kembali ke pekerjaan 24 jam nya.

Bukan kayak kita yang sore mulai ngomel macet boleh pulang ketemu anak, pacar , kasur sendiri .

Kalau mereka bernyanyi, joget, dandan, piknik , tidur, dan apapun yang mau mereka kerjakan , apa yang salah dengan itu ?

Apakah kita dirugikan karena itu ?

Hanya beberapa jam dan hanya hari Minggu .

Konon, dari pagi sampai jam 9 malam , umumnya majikan memberikan ijin.

Walaupun , keputusan tetap bukan di tangan mereka.

Satu menit setelah gue memikirkan ini, gue mendapatkan sms dari sahabat gue BMI yang dari tadi bercerita bareng gue di Victoria park .

 

Isinya :

“ untung juga kita gak jadi jalan tadi mba , majikan saya telpon nyuruh saya balik sekarang .”

Ternyata,

Hari kebebasan pun tidak selamanya bebas .

 

Mungkin yang gue temukan tidak seindah film, atau seburuk yang pengen lo denger , but this is what I know .

 

Selamat hari minggu sahabat BMI dimanapun kalian . Bertahanlah .

 

Hormat,

MELANIE SUBONO .

 


TAGS


-

Author

Search

Recent Post