Salahkan Diri Sendiri

30 Aug 2015

YANG PERNAH ADA 

Tulisan ini bisa tentaang apa saja. Tentang kondisi ato jabatan yang pernah kita duduki dulu, atau seseorang yang kita suka/sayang yang pernah hampir kita punya, apapun.

Apapun yang sempat kita nikmaati lalu kita lepas sendiri dan hari ini kita inginkan kembali.

Gw ga tau apa ada orang diluar yang bisa berhubungan dengan tulisan gue kali ini

Tapi gue juga ga punya cara atau kalimat lebih baik lagi dari ini untuk menceritakan apa yang gue pengen tulis ini.

Pernahkah lo ngerasa seperti pada saat nya dulu, lo sangat menyukai sesuatu atau mungkin seseorang  yang adalah mimpi lo, dan anggaplah benda, orang atau mimpi itu sempat pernah lo pegang di tangan lo.

Sebentar saja.
Sampai akhirnya lepas lagi dari genggaman lo dan lo biarkan.

Dan mendadak setelah lama berlalu lo kembali dihadapkan oleh mimpi yang sudah lepas dari tangan lo itu.

Lo kembali melihat mimpi dulu lo itu dengan mata kepala lo.

And suddenly lo berpikir dan bertanya pada diri lo:

“What the fuck have i done???!”

Dan akhirnya lo kembali berkata :
“Gue masih pengen mimpi yang itu”

Dan saat lo selesai mengucapkan kalimat itu, lo pun sadar kalau kesempatan kita memiliki mimpi itu sudah pernah ada ditangan kita.

Sudah pernah menjadi jatah kita.
Bahkan sudah pernah kita pegang.

Dan kita lepas.

Dan sekarang kita menginginkan nya lagi hanya karena orang lain berhasil memiliki mimpi itu.

Entah kita memang masih memilliki mimpi yang sama atau sekedar memang tidak ikhlas melihat orang lain memiliki.

Yes

Gue adalah orang yang minimal selalu berusaha positif.
Gue adalah orang yang selalu berusaha memberi motivasi pada orang lain.
Gue selalu berkata bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin.

Idealnya?
Memang demikian.

But the point is , kenyataannya memang kadang kita harus simply sadar dan mengakui bahwa kita udah pernah punya kesempatan itu.

Dan memang tidak kita kejar.
Entah apa alasannya.

Memang hari ini,ada orang lain yang berhasil menggapai, ngejar dan akhirnya menggandeng mimpi itu.

Itu adalah hak mereka.
Yang tidak boleh kita rusak.

Memang tanpa mengurangi usaha, kadang kita harus berdiri di depan cermin dan berkata

“Let it go. Ikhlasin. Bukan gak ada kesempatan, tapi emang gue yang tidak memanfaatkan kesempatan yang ada.
Gue salah, gue kalah
Let it go”

Gue yakin saat membaca ini atau kita curhat akan ada banyak orang mengatakan

“Lebih cepet diikhlasin maka lebih cepet semua akan berjalan lebih positif”

I know.

Tapi gue juga berani bersumpah kalau gue yakin bahwa setiap orang yang berkata itu pun pasti punya satu hal yang belum bisa mereka lepas sepenuhnya.

Apapun itu.
Orang yang pernah kita sayangi, atau pekerjaan , atau karir atau mimpi mimpi lain yang berbeda buat tiap orang.

Sahabat,

Inti dari semua ini adalah , semua orang akan ngalamin ini. Atau mungkin malah sudah.

Dan rasanya gak enak banget.
Sejuta “harus nya gue xxxxxxxxxxxxx” berlarian di kepala.

But it has hapenned already.

Make your decision wise sahabat.

Lakukan lah setiap keputusan lo dengan bijak selagi ada waktu.

Saat mimpi berhasil sampai ke tangan lo, genggam.

Jaga. Pegang. Peluk. Apapun itu jangan sampai ada orang lain mengambil itu dari kita.
Perlakukan seperti memang berarti.

Supaya tidak ada hari lo mendadak melihat orang yang pernah lo suka dan sayang menjadi milik orang lain.

Supaya tidak ada hari lo harus melihat orang lain berhasil dan berdiri diatas dunia dan sukses padahal itu pernah ditawarkan ke kita

Supaya tidak ada hari lo harus merasa iri dan sedih melihat tangan lo kosong dan isi genggaman lo sudah berpindah ke tangan orang lain.

Karena emang lo lepas

Dan hari ini lo menyesal.

Berpikir sahabat.

Bijak.

Kadang sadarilah, apa yang pergi dari kita memang terjadi karena kita memang tidak erat menggenggam. Dan tidak teguh dalam memperjuangkan.

Jadi lah orang bijak
Atau,

Jangan menyesal.

Melanie Subono.
(Di udara GA 407 , 29 agustus 2015)
    


TAGS #KataMel


-

Author

Search

Recent Post