JEMBER : TERTAWA, BELAJAR, BERBAGI DAN BERPISAH (JAMBORE BURUH MIGRAN)

1 Dec 2015

Pertama, salut gue buat Migrant care dan tim. Mba Anis, Mas Wahyu.

Mungkin sampai hari ini masih banyak yang bertanya apa sih yang di teriak teriakkan sebagai jambore Buruh Migran

Mungkin diantara begitu banyak cerita, tulisan yang sudah beredar , masih banyak diantara kita yang awam pun bertanya tanya apa sih itu 3 hari di jember kemarin.

Sahabat, begitu banyak saudara kita yang berangkat bekerja di luar negeri.
Ada yang karena keinginan, ada yang karena hanya itu pilihan karena lahan pekerjaan tidak tersedia disini.

Ada yang berhasil, dan tidak sedikit pula yang tersandung masalah dan bahkan harus pulang dalam keadaan tidak bernyawa.

Ada yang mendapatkan tempat bekerja yang bahagia, ada yang tersiksa dan akhirnya demi menjaga nyawa dan harga dirinya harus melakukan hal yang mungkin tidak pernah terbayangkan.

Tapi apapun itu, mereka tetap saudara kita dan yang lebih pasti lagi adalah mereka adalah RAKYAT INDONESIA yang dimanapun mereka berada harus nya tetap mempunyai kewajiban terhadap negara seperti punya HAK UNTUK DILINDUNGI.

Dan disanalah masalah klasik pun terulang dan terulang. Tidak jarang mereka hanya dilihat disaat mereka harus “nyetor” dan ditinggalkan saat mereka bermasalah.

Yes. Gue bisa bilang ditinggalkan.
Gak jarang dan tidak sedikit pemerintah MELIHAT dengan mata kepala sendiri bahkan MEMBUAt aturan yang hanya menguntungkan pihak tertentu.

Dan hilang saat dibutuhkan bantuannya.

Hal yang membuat tema kali ini sangat cocok.

NEGARA HADIR,BURUH MIGRAN TERLINDUNGI.

Gak bisa dipungkiri, banyak hal yang harus dipelajari oleh BMI kita sendiri. Termasuk oleh kita juga. Memaknai. Memahami.
Mengerti bahasa. Perubahan budaya. Kebiasaan keseharian.
Yang sayangnya, jarang dipersiapkan untuk mereka.

Tuduhan mereka bodoh, centil dan berbagai hal lainnya gak jarang bertebaran.

Well kalau kita yng seumur idup ada dirumah mendadak harus pindah ke area yang berbeda makanan bahasa kebiasaan cuaca dll dan bekerja dari menit kita menginjakkan kaki , kalau tidak ada yang mempersiapkan kita, bukan nya kita pun akan bereaksi sama?

Tiga hari di jember berhasil mengumpulkan nyaris 1700 BMI dari berbagai area indonesia bahkan luar negeri.

Tiga hari mereka belajar. Berbagi informasi.
Bertanya.
Menjadi cerdas.
Tertawa.
Memamerkan kemampuan, kebanggaan dari kampung mereka , kerajinan, apapun.

Dan akhirnya ditutup oleh pembacaan DEKLARASI.

Dengan semangat dan harapan optimis semoga ini akan berubah.

Semoga mereka terlindungi.

Semoga pemerintah kita tidak hanya memikirkan berapa keuntungan yang mereka bisa dapat dari per kepala yang berangkat.

Sekian ratus saudara kita masih menanti hukuman mati.

Entah berapa yang menanti berangkat karena hanya itu pilihannya.

Tugas kita adalah memaksa pemerintah melindungi warganya dimanapun mereka berada.

Terakhir, gw mau ngucapin terimakasih buat segelintir teman seniman dari ratusan yang gue kenal yang akhirnya mau meluangkan waktunya dengan kondisi jauh dari kemewahan panggungnya yang biasa.

Mereka menghibur dengan membuat lomba standup comedy, lomba nyanyi, panggung hiburan.
Tuhan berkati kalian RIDHO SLANK, ENDAH (endahRhesa), ADJIS DOAIBU, IKSAN SKUTER, SANDY ANDARUSMAN, WALI dan tim gue : mas Hari mba Tuto, mas Rizal bung Norgen mas Daniel,mas Dimas Mas vick mba bhita mas Arief.

Antara tertawa dan menangis mendengar standup comedy yang berisikan curhatan diri mereka menjadi BMI.

Well. Itulah kenyataan BMI kita.

Dan mereka tetap saudara kita.

‪#‎diarymel‬ ‪#‎katamel‬ ‪#‎malaikatbrengsek‬ ‪#‎stopperbudakan‬


TAGS Jambore Buruh Migran BMI diary mel #KataMel #malaikatbrengsek #stopperbudakan


-

Author

Search

Recent Post